![]() |
| Novel Ethille! Ethille! |
Nama buku : Ethille ! Ethille!
Penulis : Benny Arnas
Penerbit : Diva Press
Tahun Terbit : 2021
Cetakan : Pertama
Halaman : 413
Apa yang terbayangkan di benak kita saat pertama kali membaca judul buku ini? Kalau Dewi membayangkan, ini adalah nama sebuah tempat di Eropa. Ya, namanya memang terlihat ke-eropa-an atau kebarat-baratan. Namun jika kita membaca sinopsis buku ini, Ethille adalah nama orang, yang menjadi tokoh sentral buku ini juga.
Bagi kamu yang belum pernah dengar nama Benny Arnas. Ia adalah penulis berbakat dan berprestasi asal Lubuk Linggau. Ini saja merupakan novel ke-25 nya. Banyak penghargaan dan perlombaan yg dimenangkan. Beberapa diantaranya, lomba menulis artikel di Kemendikbud (2020), Pemenang unggulan Sayembara DKJ (2016), Penghargaan khusus Jakarta Beat (2015), dll. Ya banyak lagi, karena kita tidak sedang bahas biografi, nanti bisa langsung googling aja ya. Let's go to the book.
Novel ini menceritakan perjalanan residensi seorang penulis asal Lubuk Linggau ke Eropa. Dari petunjuk ini, kita merasa seperti si penulis menceritakan dirinya sendiri, karena banyak kesamaan dari profil tokoh dan dirinya. Awalnya ia tak yakin, bahwa terpilih menjadi satu-satunya penulis Asia yg melakukan riset menulis 2 bulan keliling Eropa, yang dibiayai oleh sebuah travel di Eropa. Namun Lea, seorang fasilitator yang menghubunginya dari travel tersebut, meyakinkan kalau ini benar, dan bukan modus penipuan.
Tidak hanya tentang perjalanan, Ven, pemeran utama dalam tokoh ini, memiliki ‘penyakit' unik, yaitu ketindihan, yang menjadi satu variabel berpengaruh dalam cerita buku ini. Lalu siapakah Ethille? Mengikuti ceritanya, nanti kita akan mengenal lebih dekat tokoh-tokoh yg muncul di buku ini. Satu sama lain memiliki benang merah. Dan ada jebakan trap bagi pembaca yg gak teliti, kwkwkw.
Di sini Dewi cukup angkat topi dengan kerapihan Benny dalam menyusun alur. Tentu membuat novel travelling gak gampang kaena harus ada roadmap yang jelas. Dari satu kota ke kota yang lain, satu negara ke negara lainnya.
Kemampuan meramu diksi, juga cukup membuat kita nyaman dalam membaca, ditambah lagi dengan bumbu puitis di dalamnya. Atau memang semua penulis novel bisa mencipta rangkaian romantis ya. Tapi jujurly, bagi Dewi cukup berkesan.
Ven memulai perjalanannya dari negara Paris. Jangan bayangkan perjalanan ini semulus turis mancanegara yang sedang liburan keluar negri. Banyak kejutan yang sangat di luar BMKG eh di luar prediksi. Kata gen alpa, di luar nurul, hehe.
Mulai dari pertemuan dengan Lea yg begitu sulit di awal perjumpaan. Selayaknya travelling, tentu kehadiran orang yg mengundang kita sangat penting. Ini malah diwakilkan dengan orang lain karena suatu urusan. Drama tertahan di migrasi, sempat kecopetan. Dan ternyata orang yg dijumpai Ven di bandara hingga mengantarkan ke kota adalah orang yang berbeda. Banyak konflik yang terjadi dalam cerita, termasuk Ven yang di awal perjalanan merasa dipermainkan oleh ketidakjelasan fasilitator travelnya. Bukan soal biaya, namun kejelasan prosedur, jadwal yang kacau dengan narasumber dan ia yang sering ditinggal fasilitator meski dengan sebuah alasan. Benar- benar sebuah cerita.
![]() |
| Praha, Ceko |
Oya, yang dilakukan Ven di Eropa adalah melakukan riset tentang hubungan kreativitas dan imajinasi visual barat. Jadi ia memberikan selembar kertas kosong pada respondennya, dan meminta menggambar pemandangan. Dan hampir keseluruhan gambarnya adalah pemandangan dua gunung, matahari, lalu di bawah nya ada jalan yang persis membentang di tengah, dan beberapa detail lain. Ya mirip dengan gambar kita juga, orang Asia Tenggara. Lalu Ven berdiskusi dengan banyak narasumber di Eropa dengan latar belakang musisi, penulis, juga akademis yang berkaitan dengan bidang ini. Sebelum bertemu narsum biasa Ven mengirim beberapa tulisannya sebagai referensi tentang dirinya.
Membaca buku ini kita seperti diajak keliling benua Eropa. Deskripsinya yang detail, dilengkapi nama berbagai tempat yg tulisan apalagi pengucapannya teramat rumit. Seperti Traunkirchen, Salzburg, Ljubljana, Lutschouning, dan banyak lagi.
Baru saja kami memasuki kawasan Danau Bled, sebuah kafe dengan bangunan berwarna kuning musim semi menyambut kami di kiri jalan. Berada di antara pohon-pohon dengan daun kekuningan dan pemandangan menghadap danau yang biru dengan gunung es yang sedang meleleh di kejauhan dan sebuah gereja di tengah pulaunya yang mungil … (hal. 192).
![]() |
| Danau Plitvice |
Menuju tiga perempat cerita, Ven terlibat skandal mengerikan, ada adegan berdarah di Danau Plitvice , kejar-kejaran dengan polisi, hingga disekap layaknya teroris. Yg paling drama, hampir mati membeku karena dinginnya cuaca eropa. Di akhir nanti semua tabir akan terbuka termasuk kisah penyakit aneh Ven.
Akhirnya manis kok, seperti drakor kesukaan kita dan harapan manis yang selalu kita impikan. Walaupun Dewi merasa, penyelesaiannya, udah gitu aja? Haha. May be it just my felling.
Nah perlu Dewi kasih sedikit peringatan bahwa novel ini baiknya dibaca untuk umur 17 tahun ke atas karena ada beberapa bagian yang, yah kalau belum cukup umur tidak akan nyambung. But so far, buku setebal 413 halaman ini cukup seru untuk dibaca.
Tim traveller wajib punya buku ini, karena setiap bagiannya kita akan dibuat terus dan terus membaca layak menonton sebuah drama. Deskripsi apik setiap tempat yang dikunjungi, membuat kita seolah melakukan perjalanan langsung. Bagaimana situasi masyarakat sekitar juga turut digambarkan di dalamnya. Ilustrasi gambar di sela buku dan beberapa foto hitam putih yang dihadirkan di akhir cerita cukup menjadi bukti bahwa karya ini dibuat dengan riset visual, bukan sekedar data semata.
Nilai plus juga untuk Benny, karena mengerti sedikit bahasa asing seperti Prancis dan bahasa Inggrisnya cukup baik.
Apresiasi buat Bang Benny yang udah mau menulis novel bergenre travelling action mistis romans, ah semua la diborong. Baca aja langsung karena jujurly yang Dewi spill di atas belum ada apa-apanya.
Buat yang udah baca bukunya, komen ya apa pendapat kamu ๐



Suka banget nih kakak kalau novel-novel yang angkat cerita kota wisata baik dalam dan luar negeri. Terima kasih untuk resensinya ya Dewi. Jadi pengen baca bukunya Bang Benny juga
BalasHapusBs jd book list kak ๐
HapusBanyak sekali kesalahan penulisan imbuhan di. Penulis harus lebih belajar lagi.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusBoleh diperjelas kak, maksudnya di novel tersebut, atau di resensi ini ya?
HapusYang aku inget buku ini pas dia ngumpet di mana sih. Lemari apa ya. Atau ruang bawah tanah. Lupa bngt udah lama soalnya..emang seru banget.. terus diksinya juga keren
BalasHapusKlo gk salah wktu ngumpet dr polisi kroasia kak. Iya la, klo kelas Bang Ben, dh angkat topi la kita. Hihi
HapusYa ampun jadi penasaran pengen baca juga, bagaimana bisa ada novel bergenre travelling action mistis romans jadi satu. Tapi kalau Benny Arnaz memang tak diragukan sih selalu TOP BGT novelnya..
BalasHapusIya kk, ada bagian2 nanti yg pengen baca lanjuuuut gitu. Hihi
HapusSetelah membaca lagi tulisan Dewi ini, jadi penasaran kakak, apakah di dalam novel itu ada foto-foto seperti yang Dewi letakkan di blog? Menarik sekali kalau di novelnya ada foto-foto tempat wisatanya ya.
BalasHapusFoto nya hitam putih sih kak, tapi dr situ bisa kebayang gmna eropa di sana. Deskripsi bg Ben juga apik soal setting.
HapusYey, betul tebakan awak kalau Ethile adalah nama orang๐.
BalasHapusBaru aja mau tanya ini genrenya apa, rupanya ada di akhir ya.
Nah, pertanyaan selanjutnya, berapa harga bukunya, Kak? Dan apakah udah ada di perpusnas digital... Wkkk... Lumayan ya kan baca gratis
Aaa.. seru banget ya kak bisanya sambil keliling negara Eropa. Ini asyiknya ya kan sebagai pembaca bisa keliling dunia lewat tulisan.
BalasHapusAction mistis roman ini gimana meramunya ya? Bang Benny emang another level sih ya. Novelnya udah puluhan gitu gimana dah ngatur idenya huhu
BalasHapusEropa selalu menarik untuk dijelajahi dan ditulis. Demikian juga cerita dalam buku ini. ๐๐ป☺️
BalasHapusWah aku suka nih novel dengan tema traveling begini soalnya jadi berasa diajak jalan-jalan sama penulisnya dan pastinya jadi lebih tahu tentang negara atau kota-kota yang belum pernah kukunjungi sebelumnya. Apalagi kalau ada romansanya pasti lebih seru novelnya
BalasHapus