Langsung ke konten utama

Postingan

Buya Hamka, Inspirator di Dunia Sastra dan Dakwah

  Judul Buku : Buya Hamka Ulama Umat Teladan Rakyat Penulis       : Yusuf Maulana Tebal buku : 342 halaman  Penerbit.    : Pro U Media       Buya Hamka bukan nama baru lagi di dunia kepenulisan sekaligus dunia layar lebar. Sastrawan sekaligus ulama ini telah menghasilkan banyak karya.      Saya pribadi merasa tertarik mengenal sosok Buya Hamka lebih dalam setelah menonton beberapa karyanya yang telah difilmkan seperti tenggelamnya kapal vander wick, Dibawah lindungan Ka'bah, dan film biografi tentang Buya Hamka yang sudah tayang 2 series.      Jika sekedar ingin membaca biografi, tentu dengan jalan ninja yaitu google dalam sepersekian detik info bisa diraih. Namun tentu vibes-nya beda dengan membaca buku biografi atau perjalanan hidup. Ketika membaca biografi lewat buku, rasanya seperti melihat sepaket menu lengkap di atas meja, ada hidangan pembuka, menu utama, hingga menu pencuci mulut. Lengkap dan tinggal menikmati.      Inilah yang saya rasakan saat membaca buku ini. Karya Yusu
Postingan terbaru

Review Drakor Captivating The King, Antara Dendam dan Cinta

       Captivating The King adalah satu dari sekian drama Seaguk yg tentu konflik utamanya tentang perebutan kekuasaan. Dimainkan oleh Jo Jung Suk yang berperan menjadi Yi In, yaitu pangeran Agung Yinhan lalu kemudian menjadi Raja, dan Shin See Kyung yang berperan menjadi Kang Hee Soo. Yang membuat berbeda dari drakor ini adalah permainan bidak yang menjadi centre dari cerita ini.      Yi in awalnya adalah seorang pangeran Agung yang merupakan adik tiri Raja. Ibunya yang telah bergelar Ibu Suri tentu ‘ngebet’ ingin anaknya naik takhta, karena kala itu raja belum memiliki seorang putra.        Yi In sendiri tidak memiliki hasrat menjadi seorang raja, ia nyaman dengan posisinya sekarang, yang ia inginkan hanyalah membantu dan mengabdi pada Sang Kakak sebagai raja-nya. Sampai-sampai kala itu ia rela dijadikan tawanan negeri Qing sebagai imbalan agar tidak terjadi perang. Sebelum ia berangkat, Sang Raja berpesan kembalilah dengan selamat, dan merasa amat berat melepas sang adik menjadi ta

Cara Ampuh Atasi Pertanyaan Sensitif saat Lebaran.

      Sumber gambar: kompas.com        Alhamdulillah, telah sampai kita pada hari kemenangan. Antara sedih dan senang karena harus mengucapkan selamat jalan pada Ramadhan sekaligus bahagia menyambut hari kemenangan.      Malam takbiran terasa sangat megah, mendengar sahutan takbir menjadi syahdu dan haru. Di moment bahagia ini kita berkumpul dengan keluarga. Suka cita mempersiapkan lebaran esoknya, mulai dari bersih-bersih rumah, memasak sajian spesial lebaran, gosok baju yg bertumpuk atau persiapan mudik. Banyak serba-serbi nya ya. Yang pasti ini moment yang spesial bagi ummat Islam.       Intinya sehebat apapun kita mempersiapkan Hari Raya atau Lebaran, hal yang paling mewah adalah berkumpul dengan keluarga. Karena di hari libur lain, belum tentu bisa berkumpul dengan formasi lengkap.     Bagi yang sedang merantau dan belum memungkinkan untuk mudik, sabar ya. Semoga di tahun selanjutnya bisa berkumpul.     Rasanya seru ya, bisa berkumpul dengan keluarga besar, ada orangtua, kakek nen

Tips agar Tidak Susah Bangun Malam Qiyamullail /Terjaga saat Itikaf

     Ramadhan tinggal menghitung hari ya. Rasanya kok cepat sekali, padahal belum banyak amalan yang dioptimalkan. Ini perasaan Dewi aja atau ada yang satu feel kah?      Sepuluh Ramadhan terakhir jadi kesempatan kita untuk mencapai garis finish dengan senyum riang kah, atau tangis penyesalan, karena belum bisa optimal dalam memanfaatkannya. Ini tentu kita sendiri yang menentukan.      Rasulullah SAW sendiri selalu memanfaatkan sepuluh malam terakhir ramadhan dengan semakin meningkatkan amalan-amalannya, terutama ketika malam. Padahal Rasulullah adalah insan mulia yang sudah dijamin masuk syurga.      Lalu apa saja amalan itu? Tidak lain yaitu itikaf, qiyamullail dan tadarus. Sehingga waktu tidur beliau pun amat sedikit. Dan itu semua dikerjakan pada malam hari, karena untuk mencari momen lailatul qadar dan tentu saat malam hari ibadah kita lebih khusyuk.     Yang menjadi persoalan adalah tidak mudah untuk bangun di malam hari atau terjaga saat malam untuk beribadah. Tapi masa kita men

Serunya Bukber dan Bansos Yamaha bersama Rekan Media

          Momen buka puasa tentu menjadi momen khas di bulan Ramadhan. Termasuk saat menghadiri acara Bukber (Buka puasa Bareng) dan Bansos Yamaha bersama rekan Media.       Tepatnya, Jumat, 5 April 2024 di Hotel Radison, Yamaha mengundang rekan media cetak, fotografer, blogger juga para selebgram. Dewi dan teman-teman yang hadir disana sebagai perwakilan dari Blogger Medan.  Esensi Bukber dan Bansos      Sebelum acara Bukber, Yamaha telah mengadakan bansos di Panti Asuhan Al Jamiyatul Washliyah yang berada di Pulo Brayan berupa pembagian sembako.       Lalu Yamaha beserta rekan Media menuju ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Sei Deli dan membagikan paket sembako kepada petugas di kawasan kelurahan Silalas tersebut.        Pada acara tersebut tampak hadir GM Marketing PT Alfa Scorpi, yaitu Mr. Jhoni Lie yang juga memberikan kata sambutan di awal kegiatan Bukber. “Baksos dan Bukber yang digelar oleh Yamaha hari ini adalah wujud dari komitmen Yamaha dalam menciptakan lingkungan yang ink

Kelola Kesehatan Mental saat Berpuasa

   Ketika ramadhan, tidak hanya penting bagi kita untuk menjaga kesehatan tubuh, namun juga mental ya. Pasalnya di hari yang panas, dengan perut lapar dan rasa haus tentu jika tidak dibarengi kesabaran, bawaannya mau marah saja.                Apalagi di penghujung ramadhan dengan kebutuhan yang semakin banyak menjelang lebaran dan menanti THR keluar, membuat kepala jadi pusing. Nah daripada makin pusing, kita perlu lakukan beberapa hal agar kesehatan mental kita terjaga. Karena kalau pikiran dan hati kita terjaga, maka tubuh juga lebih kuat.      Lalu apa aja tipsnya? Tidur yang Cukup.         Defenisi tidur yang cukup bagi setiap orang ini beda-beda ya, tidak bisa disamaratakan. Ya kita sendirilah yang paham gimana kebutuhan istirahat tubuh. Apalagi di sepuluh terakhir ramadhan, yang diupayakan seoptimal mungkin ibadah nya. Tentu kuncinya menyesuaikan.       Kalau Dewi sendiri, selama ramadhan ini, bisa tidur 4 jam, itu rasanya udah cukup banget. Jadi paling lama tidur jam 12 ma

Jangan Kasih Kendor di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

   Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan Dewi rasa semacam bonus atau akselarasi bagi kita yang berlomba-lomba mendulang pahala. Karena semakin banyak bonus dan ampunan yang ditawarkan.      Kenapa? Selain pahala berlipat saat Ramadhan, ada satu malam spesial yang amat dicari-cari umat Islam, yaitu lailatul qadar. Malam seribu bulan, malam yang apabila kita mendapatkannya maka ibadah yang kita kerjakan memiliki pahala setara dengan 1000 bulan atau 83 tahun didunia. Umur kita pun belum tentu mencapai 83 tahun ya.        Namun bersamaan dengan itu juga, menjelang lebaran, banyak umat muslim yang terlena. Dari banyaknya diskon baju hari raya di Mall atau Marketplace, sibuk memasak kue lebaran, berbenah rumah, menyelesaikan orderan menjelang lebaran, dan berbagai aktivitas yang harus diselesaikan saat itu juga. Di sisi lain ada kaum rebahan yang mulai kendor taubatnya, karena stok semangat mulai menipis. Ya alasan apapun itu, kita lupa dengan penutup ramadhan yang seharusnya kita tutu