Langsung ke konten utama

Mengenal Lebih Dekat Tentang Kopi, di Kopi Fest Indonesia oleh Otten Coffe

    


      Di penghujung Mei, tepatnya pada 27 - 31 Mei 2026 ada yg spesial Sun Plaza Medan. Kopi Fest Indonesia (KFI) hadir menyapa warga Medan. Tidak hanya menyajikan stand all about kopi, tapi juga diisi oleh 60 tenant makanan dan minuman lokal dan nasional.  

     Banyaknya pengunjung yg hadir di acara KFI, menjadi bukti bahwa antusias warga Medan sangat tinggi terhadap kopi. Acara yg diselenggarakan oleh Otten Coffe ini, menyajikan banyak hal yg memanjakan pecinta kopi. Mulai dari lengkapnya etalase mesin espreso kopi, dari yg manual hingga mesin otomatis. Aneka kopi yg dijual dengan diskon khusus. Juga ada diskon untuk berbagai alat espresso kopi juga perlengkapan kopi lainnya. Lengkap pake banget. 

       Yang lebih menantang lagi, kita bisa belajar langsung bagaimana menyajikan kopi, mulai dari yg pakai mesin hingga menggunakan aero press. Mulai dari varian americano, latte, dan varian kopi lain. Mahal pasti? Tenang aja, mulai dari Rp. 1, kita bisa mendapatkan pengalaman menyeduh kopi sendiri dengan arahan para instruktur yg ready di setiap stand nya. 

      Dewi sendiri sempat mencoba membuat langsung kopi latte dengan latte art cantiknya. Wah, sejenak berasa jadi barista kafe, hehe. 


       Seperti yg Dewi bilang tadi, ada banyak alat penggiling kopi untuk skala rumahan maupun kafe. Bertebar diskon tentunya. Ditambah lagi dengan adanya Aero Press Village dengan 9 Roastery lokal terpilih. Di area utama, para Roastery ini beraksi menyeduh kopi dengan Aero Press manual, sekaligus juga memberi informasi kepada pengunjung tentang aneka cita rasa biji kopi dan cara penyeduhannya. Kita bisa mencoba beberapa varian kopi plus membeli di sini. 

      Pada acara ini juga ada kompetisi Aero Press Championship yg diikuti oleh puluhan peserta. Jadi selain belanja, bisa lihat para roaster menyeduh kopi secara manual, bisa konsultasi juga dengan mereka tentang cara penyajian kopi. 

     Lapar? Tinggal turun ke bawah dengan banyak sekali tenant makanan. Mulai dari makanan ringan, hingga makanan berat, tersaji semua dalam rangkaian Kopi Fest Indonesia.


    Dewi yg sebenarnya, bukan pecinta berat kopi, beruntung sekali bisa hadir ke acara ini. Jadi lebih banyak tau tentang seluk beluk kopi, bahannya, peralatannya sampai ke cara penyajiannya. Gak rugi lha menyempatkan waktu ke sini. Biaya masuk nya juga gratis ya, jadi dont worry jika hadir hanya untuk melihat-lihat. Eh malah kita bisa icip-icip aneka produk Otten Coffe disini. 

      Dan satu hal yang menjadi kekhawatiran Dewi juga terjawab setelah event ini. Jujur sempat worry kalau minum kopi, karena Dewi punya asam lambung. Tapi setelah di rasa, aman aja kok. Ya paling, malam tidak ada rasa kantuk. Normal lah ya. Ternyata asam lambung bisa terpicu kalau kualitas kopinya kurang baik plus mungkin krimer yg ada didalamnya. 

     


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asus, Si Paling Mengerti Kebutuhan Masa Kini

         Menjadi pekerja digital sepertinya mengharuskan kita untuk menguasai beberapa skill terkini, mulai dari kemampuan desain gambar, mencari ide dan mengolah tulisan lewat AI. Menganalisis trend medsos juga. Pokoknya kalau kita gak upgrade ilmu dijamin bakal tertinggal jauh.           Selain upgrade ilmu, sarana yg dipakai tentu juga harus menyesuaikan, seperti laptop atau smartphone yang kita pakai untuk bekerja. Kalo Dewi kasih saran, pakai laptop yang sudah All in one.       Minggu lalu saat mengikuti gathering blogger with Asus, cukup tercerahkan dengan spesifikasi Asus yang aku banget. Maksudnya? Available untuk kita pekerja digital, karyawan atau juga pelajar. Harga juga bervariasi, sesuai spec laptop yang kita cari.  Vivobook S14       Kali ini Dewi mau spill Asus Vivobook S14. Ini tipe yang cocok banget untuk pekerja digital, karyawan juga pelajar. Processor nya memakai Intel Core...

Keju Indrakila, Pelopor Keju Lokal di Indonesia

    Keju, adalah satu dari komposisi bahan yang cukup dikenal. Dalam memasak atau dunia kuliner, keju memberikan cita rasa yang khas. Yang kita tahu, pengolahan keju terdapat di negara-negara barat seperti Belanda, Swiss, Spanyol, Italia, Prancis, Jerman dan Amerika Serikat. Ternyata Indonesia juga sudah memiliki pabrik keju sendiri. Yaitu di Boyolali, Lembang, Yogyakarta dan Bali. Namun pelopor dari seluruh pabrik keju di Indonesia adalah Boyolali. Awal Mula       Kota Boyolali adalah kota pertama yang berhasil memproduksi keju di Indonesia. Ialah Noviyanti, pria asal Boyolali yang mampu mengolah keju lokal dengan rasa internasional yaitu Keju Indrakila. Yang menarik disini, pabrik keju ini berhasil menyerap pekerja lokal, plus keberadaannya juga memberi dampak positif bagi peternak setempat. Gimana ceritanya?      Berawal dari penyerapan hasil panen susu yang kurang maksimal di Boyolali, saat hasil panen sedang tinggi, susu sapi sampai dibuang k...

Asyiknya Meng- Eco Enzim

Kali ini saya ingin cerita tentang hobi baru yang sebenarnya masih relate sama hobi tanam menanam. Yaitu meng-eco enzim. Hehe istilah ini saya buat sendiri, yang artinya membuat eco enzim. Selain mudah membuatnya, eco enzim sendiri memiliki banyak sekali manfaat. Hanya saja kita perlu bersabar karena pembuatannya menunggu masa 3 bulan baru bisa panen.      Eco enzim yang sudah dipanen       Eco enzim sebenarnya bukan istilah baru ya, apalagi bagi pecinta lingkungan. Karena dengan gerakan ini kita bisa meminimalisir sampah organik seperti kulit buah dan sayur-sayuran. Yang sebenarnya hanyalah sampah, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi eco enzim. Tinggal menyediakan molase dan wadah saja, maka eco enzim bisa dibuat.       Saya sendiri baru mengenal lebih dalam tentang eco enzim setelah mengikuti seminar tentang pemanfaatan limbah rumah tangga. Asyik sih menurut saya, karena kita hanya perlu mengumpu...