Langsung ke konten utama

Jangan 'Alergi'

  

Saat mengikuti seminar tentang Keuangan

      Dalam menjalankan usaha, tentu banyak hal yang harus dipelajari. Mulai dari produk, pemasaran, manajemen hingga keuangan. Nah point terakhir ini menurut Dewi jadi kasta tertinggi, pasalnya banyak orang yang ‘alergi’ dengan pembukuan. Tak terlepas bahkan untuk orang punya background akunting. 

       Tepat akhir September, Dewi berkesempatan mengikuti seminar tentang manajemen keuangan untuk UMKM. Kalau dipikir-pikir, Dewi yang dulu pernah belajar akunting plus manajemen juga, harusnya sudah paham bidang ilmu ini, untuk apalagi. Tapi belajar sampai akhir hayat kan? Memang rasanya seperti balik ke bangku kuliah, tapi yang Dewi yakini pasti ada insight baru yang bisa kita ambil. 

        Back to the point. Rajin mencatat pembukuan memang bukan habit yg gampang. Tapi untuk melihat bagaimana perkembangan usaha kita, tidak hanya cukup bermodal ‘saya yakin, saya rasa’ namun harus didukung dengan data. Jujurly Dewi juga baru sadar akan hal ini. Hello, selama ni kemana aja? ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

         Jadi wajib buat pembukuan nih? Wajib jib jib! Jangan ovt dulu mikirin angka yg ribet dan gak ngerti buat pembukuannya. Di era yg serba digital ini, apa yang gak ada. Dan memang semua dibuat untuk memudahkan pekerjaan. Dari seminar ini juga, Dewi dikenalkan dengan aplikasi SIP. Ini jenis aplikasi pembukuan yang bisa kita download di play store, dll. Ternyata ada banyak sekali, mulai dari yg simple, njelimet, gratis, berbayar. Sesuai kebutuhan saja.

        Nah, dari sekian aplikasi yang ada Dewi pilih yaitu Akuntansiku. Menurut Dewi, ini paket lengkap sih. Mencatat setiap transaksi juga tidak susah karena sudah tersistematis, tinggal kita yg pilih golongan transaksi nya, pemasukan, pengeluaran, aset, dll. Kalau salah input gimana? Bisa diedit kok. Plus juga untuk yang belum terbiasa dengan pembukuan bisa sekaligus belajar juga di aplikasi ini. 

Form input transaksi


Bisa pilih jenis transaksi


         Bentuk penyajian laporan keuangan juga lengkap. Mulai dari Laporan Laba Rugi, Neraca, perubahan arus kas, jurnal, dll lengkap ya. 

Berbagai jenis laporan dan step pembukuan


Manfaat dari Pembukuan

       Membuat pembukuan dan laporan keuangan punya banyak manfaat untuk usaha. Kita bisa melihat, posisi sedang untung atau rugi, berapa banyak penjualan dan pengeluaran, perbandingan pendapatan dengan bulan sebelumnya, hingga untuk meyakinkan investor kalau progres usaha kita sedang baik. Dengan data yang akurat dan lengkap tentu calon investor merasa yakin kalau usaha kita di manage dengan profesional, bukan asal-asal. 

Laporan Arus Kas

Laporan Laba Rugi


      Jika usaha kita sedang berkembang pesat dan butuh laporan yang lebih lengkap plus terintegrasi, gak ada salah nya pakai aplikasi yang berbayar atau memakai sistem khusus. Meski berbayar, tentu manfaatnya akan sangat terasa untuk kemajuan usaha. 

      Trus kalau gak punya usaha, gak mesti buat pembukuan dong? Pilih saja semacam pencatatan sederhana. Pernah pengalaman uang gaji cuma numpang lewat di awal bulan? Nah, mungkin perlu di evaluasi lewat pencatatan detail dan jujur. Aplikasinya banyak kok, yang gratis juga ada. Tinggal kita pilih sesuai kebutuhan, mau pencatatan yang gimana. 

       Dari tau besar pengeluaran dan pendapatan kita bisa mengevaluasi plus mencari solusi. Memang sih, rezeki itu ada aja selama kita tetap ikhtiar, tetapi juga perlu di manage dengan baik supaya bisa merancang masa depan. 

“Money is not everything, but you can do everything with money”


Komentar

  1. Ooh... Baru tau juga ni ada aplikasi pembukuan. Cek lah nanti๐Ÿ˜

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Saya ngga alergi pembukuan sih tapiii ngga telaten nulis pembukuan. Dulu apa SMA pokoknya pelajaran pembukuan paling muaaalless hahaha padahal pas ngelola blog gini, pembukuan itu penting untuk mengetahui keluar masuk keuangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, sama juga sih. Gk rajin ya kan. Tp klo ada apk nya tinggal buka hp, ketik2 dikit jd dah. Laporan jg dh otomatis selesai. Jd lbh praktis

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beberapa Poin Penting dalam Berinfaq

          Di bulan Ramadhan, banyak orang yg berlomba-lomba dalam beramal ibadah. Mulai dari Qiyamullail, tadarus, infak, sedekah, zakat, dll. Kali ini Dewi ingin membahas salah satunya, yaitu infaq.        Seperti janji Dewi, tulisan ini bersumber dari kitab Syarah Riyadush Shalihin, karya Imam An-Nawawi jilid 1. Dewi tertarik membaca sebuah hadist yang membahas tentang infaq.        “Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Dan mulailah berinfak dari orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adalah yang diberikan oleh orang yang memiliki kelebihan. Barang siapa menahan diri dari meminta-minta, maka Allah akan mencukupkan kebutuhannya. Dan barangsiapa merasa kaya, maka Allah akan membuatnya kaya.” (HR. Bukhari)       Banyak sekali point menarik yang bisa kita ambil dari hadist tersebut, yaitu: 1. Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.      Tangan di atas adalah oran...

Ngapain Lagi Di Bulan Syawal?

       Usai nya Ramadhan berganti dengan Syawal. Ibadah puasa ramadhan telah selesai begitu juga dengan shalat Tarawih. Saat nya merayakan kemenangan, dengan saling bermaafan dan silaturahim dengan sanak keluarga.       Ada rasa lega yang tak terucap setelah berhasil melewati ‘pesantren’ istilah yang ku sebut, dalam waktu sebulan ini. Meski ada juga rasa sedih karena berpisah dengan bulan penuh berkah dan berharap kelak akan bertemu lagi. Amiin.       Setelah Ramadhan selesai, ada beberapa ibadah yang memang tidak dikerjakan lagi. Namun di bulan Syawal ternyata punya anjuran ibadah khusus. Hukumnya sunnah muakkad, yaitu puasa Syawal. Dan juga dianjurkan tetap melanjutkan ibadah rutin yg sudah kita latih selama Ramadhan, seperti tilawah, qiyamul lail, shalat Dhuha, dll.     Singkatnya, sebelas bulan yang kita lalui sebelum bertemu Ramadhan lagi adalah menuai apa yang kita latih selama Ramdadhan. Ya, tidak ada kata istirahat...

Siaga Mata Kering dengan Insto Dry Eyes

      Menjadi guru dan penulis (ehmmm), Dewi dituntut untuk prima dan stand by di situasi apa pun. Misal saat mengajar, guru sebaiknya memiliki looks atau tampilan yang bagus saat mengajar. Bukan cuma tentang pakaian tapi kesiapan dalam mengajar. Jika mengajar dalam kondisi yang kurang sehat, atau ada saja organ tubuh yg sakit, sangat tidak maksimal tentu dalam mengajar.         Kontak mata saat mengajar itu penting ya. Membuat si anak jadi semakin yakin dan fokus dalam belajar. Artinya kesehatan mata sangat penting bagi seorang guru, (semua profesi sih ya, hehe). Belum lagi mitos jika mata kita merah, maka akan menular. Arghhh.       Begitu juga sebagai penulis, kita dituntut untuk banyak membaca, sehingga tidak terhindarkan screentime dengan gadget atau laptop dalam waktu yang tidak bisa dipastikan. Sudah pasti mata lelah dan tidak nyaman rasanya.       Ternyata mata lelah, mata merah, terasa sepet dan ker...