Langsung ke konten utama

Asmara Shubuh, Cerita lain Dari Ramadhan

 


Setelah dewasa kadang kita merindukan moment seru saat ramadhan. Sangat berkesan hingga kita ingin kembali ke masa itu lagi. Apa kenangan berkesan teman-teman semasa kecil saat Ramadhan?


     Untuk Dewi hal yang sangat berkesan itu saat shubuh dan malam. Dulu masa kecil, ada moment asmara shubuh. Eits, bukan cerita orang pacaran ya, ini judul hanya pemanis, meski memamg ada yg pacaran juga tapi gak banyak sih, karena kita perginya rame-rame.


Asmara Shubuh


     Asmara shubuh hanya istilah bagi bocah hingga umur remaja yang setelah shubuh hingga matahari terbit untuk berjalan-jalan a.k.a keluyuran hehe. 


    Tapi jangan salah kaprah, kami hanya asmara shubuh saat libur sekolah, jadi aman kalau pulang jam 7 pagi, paling lama pukul 7.30 lha. Ngapain aja sih asmara shubuh ini? Yang nanya pasti anak-anak kelahiran 2010 ke atas nih. Gak akan ngerasain masa itu karena sudah asyik dengan gagdet. 


    Kalau Dewi sehabis shubuh di Mesjid, pulang dulu, taruh mukena dan izin sama mamak mau asmara shubuh sama kawan-kawan.  Alhamdulillah gak susah dapat izin karena Dewi juga gak asmara shubuh tiap hari. Kadang lebih memilih molor ketimbang jalan. 


    Saat asmara shubuh, kami menuju ke jalan raya yang tidak jauh dari rumah, sekalian olahraga tipis-tipis ya kan. Di masa itu habis shubuh rame suara jedar jeder, petasan cabe sebutannya. Sekarang sudah jarang karena gak terlalu banyak yang jualan dan dilarang juga. 


    Emang dulu gak dilarang? Ya dilarang juga bro, cuma mungkin nyali anak dulu lebih kuat di banding jaman sekarang. Ya kita dulu mainnya patok lele, guli, kasti, kuaci, and now bocah lebih suka main mobile legend hehe. Jedar jeder juga tapi via virtual. 


    Apa gak bahaya tha, main petasan? Bahaya sih, tapi kan tau cara mainnya. Dan Dewi pribadi lebih sering nonton dari pada main. Bahkan sampe perang lho main petasannya. Jadi ada jembatan dekat rumah, masing-masing kubu berada di sisi kiri dan kanan jembatan. Disclaimer, saat kami main itu masa libur sekolah ya, jadi jalan juga gak terlalu rame. Gak cuma nonton orang main petasan, tapi bisa cerita banyak ke kawan juga menyenangkan apalagi anak perempuan. 


    Saat hari sudah mulai terang kami pun bubar dan saling anter-anteran ke rumah kawan. Ya begitulah permainan anak jadul hehe. Moment ini selalu Dewi rindukan bahkan sampe SMA atau kuliah. Beranjak dewasa, asmara shubuh tergantikan dengan shubuh di mesjid lalu jalan pagi atau lari-lari kecil sembari menghirup udara sejuk dan menanti matahari terbit. Namun sepertinya sekarang belum bisa lagi, karena Ibal sudah ikut sahur dan waktunya tidak terkejar. Ya paling olahraga pagi saat bocil tidur masih bisa.


Tarawih


    Kalau orang tarawih cari mesjid terdekat, kami cari yang jauh. Dewi dulu kecil sempat bingung juga, kenapa bapak ajak kami tarawih di tempat yang harus di tempuh dengan kendaraan. 

    Tapi Dewi pikir karena mesjid yang dipilih bapak itu besar, nyaman dan enak, mungkin itu alasannya 😂. Namanya juga anak-anak ya kan. Semakin beranjak dewasa baru ngeh, bapak milih mesjid itu pertama karena mulai sholat isyanya gak terlalu cepat, masih kejar krna membawa kami 3 krucil yang hebohnya ulala. Kedua bacaan imamnya bagus. Bukan berarti mesjid lain gak bagus, ya bagus juga cuma kita boleh milihkan. Yang ketiga ada ceramahnya. 

    Karena mesjid itu jauh dari rumah otomatis gak ada yang kenal dong. Jadi kalau malam misal sedang ceramah Dewi suka melihat pemandangan di luar mesjid dan langit. Kebetulan mesjid itu dua lantai, dan untuk sholat kita ke lantai dua. 

     Tapi lama kelamaan punya kawan juga, gak banyak cuma satu orang hehe. Nah uniknya Dewi dulu belum begitu ngerti tata cara tarawih, yang kalau 11 rakaat ya harus siapkan 11 rakaat. Karena mikir ini sholat sunah dan dikerjakan semampunya, 11 rakaat itu jarang full. Yang ngantuk la, keburu batal lah, duduk-duduk di balkon mesjid, macam la. Tapi sampai dewi SMA, konsisten sholat di mesjid itu. 

    

     Kenangan manis lainnya, Dewi pernah isi ceramah kultum di Mesjid itu, sebagai utusan dari sekolah, kala itu SMP. Rasanya bangga banget bisa ceramah di depan jamaah bapak/ibu yang bahkan kita tidak kenal. 


     Nah, kenangan manis kalian saat Ramadhan sewaktu masih kecil apa ya?

     

 


     

Komentar

  1. Dulu sy juga waktu kecil, usai salat subuh ke jalan protokol ramai2. Main petasan. Kadang main bulu tangkis dengan raket terbuat dari kayu dan papan triplek. Bola kok-nya merana karena cepat rusak ditaboki triplek, hehe. Tulisan yg bagus!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serasa nostalgia ya pak. Tapi itu zaman kita pak. Sebelum asmara shubuh ini benar2 hilang, kbiasaan anak2 berubah jd ajang pacaran dan motoran. Jauh sekali pergeserannya. Sedih

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vibes dari Blogger Cup, Blogger Medan

        Lazimnya bagi setiap blogger, menulis adalah hal wajib. Tapi sewajib-wajibnya kalau gak berurusan sama job kadang males juga. Hayo, siapa yang samaan?       Biasa bakal ada semangat kalau dikerjain barengan atau ada triggernya. Dan inilah yang Dewi rasakan 2 minggu lalu. Bergabungnya Dewi di komunitas Blogger Medan memang bukan tanpa alasan, ya minimal biar terikut semangat untuk nge-Blog tadi. Dan pas sekali dengan momen hari Blogger Nasional pada tanggal 27 Oktober 2023. Blogger Medan membuat event Blogger Cup.          Awalnya Dewi juga gak ngerti banget gimana mekanisme lombanya, tapi biar ada pemicu untuk nulis dah ikut aja. 😁 Jujur, ini kali pertamanya ikut kompetisi nulis yang sistem duel. Seru sih, ditambah lagi tema menulis yang diumumkan pada jam tertentu plus waktu menulis yang hanya 24 jam. Padahal biasa ngejar DL yang 3 hari bisa cengap-cengap, haha.  Gak cuma Dewi, tapi banyak peserta yang merasa seperti memacu adrenalin, kayak naik rollercoaster.  Tulisan pertam

Belajar Dasar Blog dan SEO di Kelas Blogger Medan

Rudi Hartoyo memberikan materi         Belajar menjadi blogger tentu harus mengenal berbagai hal tentang blog, mulai dari template, domain, tools pendukung seperti google console dan google analytics, dan tentu saja SEO.         SEO belakangan menjadi istilah yang trending dan menarik. SEO atau Search Engine Optimization yang merupakan teknik optimasi sebuah web agar mesin pencarian dapat menempatkan halaman web kita di halaman pertama mesin pencari dengan keyword tertentu.         Terdengar amazing ya, namun gampang-gampang mudah juga mencapainya. Kita harus bisa menentukan judul dengan keyword yang tepat, label, konten, gambar, internal link dan lain-lain. Belajar blog kali ini di fasilitasi oleh Blogger Medan, di Kopikuni. Belajar kali ini cukup ekslusif karena hanya anggota Blogger Medan saja dengan jumlah peserta yang terbatas. Anggota Blog Medan serius mengerjakan tugas        Dengan suasana Sersan, serius tapi santai, peserta tampak antusias mengikuti kelas internal ini. Ten

Aman dan Nyaman, Kriteria Esensi Sebuah Hunian

Punya rumah aman dan nyaman, tentu menjadi idaman siapapun. Setelah lelah bekerja, pasti ingin menempati hunian yang nyaman plus aman. Namun yang masih dipertanyakan, apa ada spesifikasi rumah demikian namun harga terjangkau? Seperti teman dekat saya. Beberapa hari yang lalu, ia menelpon saya, lebih tepatnya curhat soal lingkungan rumahnya yang kurang aman. Tetangganya sering kemalingan, ia pun tak luput dari kemalangan tersebut. Beberapa barang yang terletak di teras atau halaman sering raib. Siapa yang nyaman coba tinggal di daerah tersebut. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari rumah lain dan menjual rumahnya tersebut. Rumah menjadi hal yang esensial untuk kita ya. Mau kita sebagai pekerja atau ibu rumah tangga yang banyak menghabiskan waktu di rumah, keamanan tentu menjadi hal penting. Maka sangat krusial untuk mengetahui sistem keamanan lingkungan perumahan yang nantinya bakal ditempati. Singkat cerita, akhirnya saya membantu si teman tadi untuk mencari rumah di Medan sesuai deng