Langsung ke konten utama

Melamar Secara Syar'i Ini Caranya

Melamar Secara Syar'i Ini Caranya


     "Will you marry me?"Kalau sering nonton film barat, tentu tau arti dari pernyataan tersebut. Yup, "Maukah kau menikah denganku?" Tapi eits, melamar bukan sebatas pernyataan atau pertanyaan yang lantas dijawab, ya atau tidak. Ada tata caranya lho, apalagi secara Islam, tatanan hidup manusia dan mahluk sudah diatur sedemikian rupa, agar apik, harmonis dan seimbang. 
      Secara pengertian, melamar adalah bagian awal yang dilakukan seorang calon pengantin untuk bisa melaksanakan pernikahan. Khitbah (melamar dalam bahasa arab) yakni, menampakkan keinginan untuk menikah dengan seorang perempuan dengan memberitahukan hal itu kepadanya, keluarga atau walinya. Ada juga yang mengartikan, khitbah adalah meminang seorang perempuan yang boleh dinikahi secara syar'I baik secara langsung ataupun dengan wakil.
     Nah, bagaimana tahapannya? Sebelum mengulas itu, perlu diketahui dulu dua syarat yang harus dipenuhi, yaitu:
1. Tidak ada yang menghalangi khitbah dan tidak ada sesuatu yang menjadikan khitbah itu haram. Misalnya  tidak boleh melamar wanita yang sedang masa iddah dan tidak boleh juga jika wanita tersebut adalah muhrimnya (ibu kandung, anak, saudara perempuan, bibi dari bapak/ibu, keponakan, ibu susuan, saudara sepersusuan, mertua, menantu, anak tiri (dari istri yang telah dicampuri)).
2. Belum dikhitbah oleh orang lain. Seperti dalam sebuah hadist, dari Abu Hurairah, Ia berkata "Rasulullah SAW bersabda, seorang lelaki tidak boleh meminang perempuan yang telah dipinang saudaranya" (HR Ibnu Majah).
     Jika kedua syarat telah terpenuhi, boleh menuju pada tahapan berikutnya.
Mencari Informasi Tambahan
     Mencari informasi tambahan mengenai calon pasangan, tentu boleh-boleh saja. Asal masih berada pada koridor Islam. Maksudnya? Atas alasan diatas, kini banyak dari kita yang lantas kebablasan menuju ke arah pacaran. Nah, informasi yang dimaksud adalah informasi dasar seperti CV dan foto (jika sebelumnya tidak mengenal sama sekali). Bisa diminta pada orangnya langsung, keluarga, kerabat atau orang ketiga seperti ustadz/ustadzah yang memiliki niat untuk membantu dan memang amanah. Sesuatu yang wajar, jika kita ingin mengetahui bagaimana latar belakang keluarga dan aktivitasnya terkini.
Anjuran melihat calon wanita terlebih dahulu
      Ini juga bisa dilakukan dengan mengutus seorang wanita yang dipercaya untuk melihat wanita yang ingin dilamar. Bisa juga dilakukan langsung oleh si pria. Apa saja yang boleh untuk dilihat? Yang tidak meliputi aurat tentunya, wajah dan telapak tangan. Wajah mewakili rupa yang dimiliki dan telapak tangan mengindikasikan kesuburan.
      Nah, demikian tahapan dari melamar secara Islam/syar'i. Jika tahapan melamar sudah dilalui, kini hal yang perlu diketahui adalah soal mas kawin. Udah jangan pusing dulu, next time kita lanjut ya. Sudah pada tau melamar secara syar'i kan, yuk kembali ke sunnatullah, biar lebih berkah dan disayang Allah. Amiiinn ya Rabb.



sumber: www.wanitabicara.com
                www.muslim.or.id
          

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beberapa Poin Penting dalam Berinfaq

          Di bulan Ramadhan, banyak orang yg berlomba-lomba dalam beramal ibadah. Mulai dari Qiyamullail, tadarus, infak, sedekah, zakat, dll. Kali ini Dewi ingin membahas salah satunya, yaitu infaq.        Seperti janji Dewi, tulisan ini bersumber dari kitab Syarah Riyadush Shalihin, karya Imam An-Nawawi jilid 1. Dewi tertarik membaca sebuah hadist yang membahas tentang infaq.        “Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Dan mulailah berinfak dari orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adalah yang diberikan oleh orang yang memiliki kelebihan. Barang siapa menahan diri dari meminta-minta, maka Allah akan mencukupkan kebutuhannya. Dan barangsiapa merasa kaya, maka Allah akan membuatnya kaya.” (HR. Bukhari)       Banyak sekali point menarik yang bisa kita ambil dari hadist tersebut, yaitu: 1. Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.      Tangan di atas adalah oran...

Ngapain Lagi Di Bulan Syawal?

       Usai nya Ramadhan berganti dengan Syawal. Ibadah puasa ramadhan telah selesai begitu juga dengan shalat Tarawih. Saat nya merayakan kemenangan, dengan saling bermaafan dan silaturahim dengan sanak keluarga.       Ada rasa lega yang tak terucap setelah berhasil melewati ‘pesantren’ istilah yang ku sebut, dalam waktu sebulan ini. Meski ada juga rasa sedih karena berpisah dengan bulan penuh berkah dan berharap kelak akan bertemu lagi. Amiin.       Setelah Ramadhan selesai, ada beberapa ibadah yang memang tidak dikerjakan lagi. Namun di bulan Syawal ternyata punya anjuran ibadah khusus. Hukumnya sunnah muakkad, yaitu puasa Syawal. Dan juga dianjurkan tetap melanjutkan ibadah rutin yg sudah kita latih selama Ramadhan, seperti tilawah, qiyamul lail, shalat Dhuha, dll.     Singkatnya, sebelas bulan yang kita lalui sebelum bertemu Ramadhan lagi adalah menuai apa yang kita latih selama Ramdadhan. Ya, tidak ada kata istirahat...

Siaga Mata Kering dengan Insto Dry Eyes

      Menjadi guru dan penulis (ehmmm), Dewi dituntut untuk prima dan stand by di situasi apa pun. Misal saat mengajar, guru sebaiknya memiliki looks atau tampilan yang bagus saat mengajar. Bukan cuma tentang pakaian tapi kesiapan dalam mengajar. Jika mengajar dalam kondisi yang kurang sehat, atau ada saja organ tubuh yg sakit, sangat tidak maksimal tentu dalam mengajar.         Kontak mata saat mengajar itu penting ya. Membuat si anak jadi semakin yakin dan fokus dalam belajar. Artinya kesehatan mata sangat penting bagi seorang guru, (semua profesi sih ya, hehe). Belum lagi mitos jika mata kita merah, maka akan menular. Arghhh.       Begitu juga sebagai penulis, kita dituntut untuk banyak membaca, sehingga tidak terhindarkan screentime dengan gadget atau laptop dalam waktu yang tidak bisa dipastikan. Sudah pasti mata lelah dan tidak nyaman rasanya.       Ternyata mata lelah, mata merah, terasa sepet dan ker...