Langsung ke konten utama

Baris Puisiku


Seutuhnya
Bila jiwa ku hampa
Itulah, saat begitu jauh darimu
Saat terasa setitik duka
Wajah pun  menoleh kearahmu
Namun saat suka membahana
Ku lupa akan kehadiranmu

Terkadang ku sadar saat diri ini tak bisa sepenuhnya mencintaimu
Tak munafik, ku hanya hadirkan cinta seperti yg  lainnya
Aku tau,  itu durhaka
Maka, tetaplah kehendaki saat wajah ini
Mencari Arsy mu
Merindukanmu
Memberikanmu cinta seutuhnya
Ya, seutuhnya.


Cerita Embun
Embun  itu berdiam pada sehelai daun
Menunggu surya yang menghangatkannya pelan
Dan lantas menyentuh bumi
Untuk esok kembali menyejukkan pagi

Pergi tanpa bertanya lagi
Siapa yang kan menjemputnya
Siapa yang kan mengantarnya
Atau  siapa yang kan menerima
Ikhlas ia lakukan tanpa mengenal duka
Waktu juga tak mempedulikannya
Cuma surya yang kerap menjenguknya
Meski sesaat, tapi cukup sebagai pelupur lara



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cita-cita Yang Takkan Padam (Review Buku Gerobak Lee Myung Bak)

                   Jika biasanya Dewi buat review drama korea, kali ini adalah tokoh korea. Hanya uniknya, biasa kita baca biografi orang yang sudah tiada. Lee Myung Bak masih ada, dengan kondisi cukup uzur ya.        Lee Myung Bak, adalah mantan presiden Korea Selatan yang memiliki latar belakang keluarga sangat sederhana. Bahkan bisa dibilang miskin. Meski kelahiran Jepang, ia berkewarganagaraan Korea Selatan. Ya, ia sempat tinggal di Jepang, namun karena situasi sedang perang Dunia, mereka pindah.         Myung Bak memiliki 7 saudara dan ia adalah anak kelima. Dalam tradisi korea, orang tua percaya bahwa cukup menyekolahkan anak-anak tertua saja hingga perguruan tinggi, yang nantinya mereka bisa menjadi tumpuan keluarga. Ia dan ibunya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sekolah abang-abangnya, sementara ia sendiri tidak berniat disekolahkan. Miris ya.       Namun mimp...

Siaga Mata Kering dengan Insto Dry Eyes

      Menjadi guru dan penulis (ehmmm), Dewi dituntut untuk prima dan stand by di situasi apa pun. Misal saat mengajar, guru sebaiknya memiliki looks atau tampilan yang bagus saat mengajar. Bukan cuma tentang pakaian tapi kesiapan dalam mengajar. Jika mengajar dalam kondisi yang kurang sehat, atau ada saja organ tubuh yg sakit, sangat tidak maksimal tentu dalam mengajar.         Kontak mata saat mengajar itu penting ya. Membuat si anak jadi semakin yakin dan fokus dalam belajar. Artinya kesehatan mata sangat penting bagi seorang guru, (semua profesi sih ya, hehe). Belum lagi mitos jika mata kita merah, maka akan menular. Arghhh.       Begitu juga sebagai penulis, kita dituntut untuk banyak membaca, sehingga tidak terhindarkan screentime dengan gadget atau laptop dalam waktu yang tidak bisa dipastikan. Sudah pasti mata lelah dan tidak nyaman rasanya.       Ternyata mata lelah, mata merah, terasa sepet dan ker...

Anak Produktif, Dimulai dari Anak yang Bersih

  Ketika dewasa, setiap kita memiliki peran ganda. Seperti saya yang kini menjadi seorang ibu, guru, anak, juga beberapa peran lain di luar sana. Saat menjalankan peran, kita dituntut amanah dalam menjalankan tugas.  Bagi saya, amanah paling berkesan adalah menjadi ibu. Sebagai ibu yang juga bekerja, saya harus memastikan anak tidak terabaikan, meski kita sibuk di luar. Momen-momen berdua dengan anak, harus tetap ada, jangan sampai tereliminasi hanya karena kesibukan kita. Meski jujur, ini hal yang berat.  Saya gak juga menerapkan standard tinggi seperti mengajak makan di luar, main di playground, hanya sesekali saja. Apalagi saya memiliki anak yang berkebutuhan khusus, kami lebih sering melakukan hal sederhana saja, berhubung keterbatasan energi saya yang makin terasa.  Apa itu? Main bersama di rumah, berjalan keliling sekitar rumah dengan kursi rodanya, belajar bersama, ini saja sudah membuatnya senang. Sama dengan hal-hal wajib lainnya, seperti makan dan mandi. Kh...